Tampilkan postingan dengan label Bisnis Yuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Yuk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2013

Ciputra, Sang Entrepreneur Sejati

Ciputra_Quantum_LeapDr. Ir. Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, beliau selalu menanamkan pentingnya entrepreneurship untuk membuat bangsa Indonesia maju.

Kiprah Pak Ciputra, diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor, yakni sebagai entrepreneur peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan entrepreneurship kepada dosen terbanyak. Pa Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya 1.231 dosen. Pak Ciputra pun juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.

Setelah sukses dengan berbagai mega proyek properti yang ditanganinya, Pak Ci juga terpanggil untuk membantu dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu Pak Ciputra membuat sekolah-sekolah unggulan yang mementingkan proses belajar kreatif untuk menciptakan manusia unggul dengan mengedepankan entrepreneurship.

Di Balik Kilau Prestasi Pak Ciputra
Tidak ada entrepreneur yang muncul begitu saja. Entrepreneur merupakan sebuah pribadi unggul yang terbentuk karena berbagai macam faktor dan pengaruh. Di balik kemilau prestasi seorang entrepreneur dapat dipastikan selalu ada serangkaian momen dalam kehidupannya yang memiliki arti siginifikan bagi pencapaian keberhasilannya di waktu-waktu selanjutnya. Terdapat begitu banyak perjuangan, pengorbanan, dan tekanan baik fisik, psikologis, maupun mental yang harus dilewati dan ditaklukkan oleh seorang individu agar ia layak menyandang predikat “entrepreneur sejati”.

Hal serupa juga harus dihadapi oleh Ciputra muda yang di awal-awal kehidupannya sudah harus berkutat dengan perjuangan hidup yang sungguh tidak mudah dilalui.  Menilik kisah hidup Pak Ciputra membuat kita percaya bahwa perjalanan menjadi seorang entrepreneur andal tidaklah semudah dan sesederhana yang kita duga.

Perjuangan Awal Ciputra Muda


Pak Ciputra terlahir sebagai anak ketiga dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio di kota kecil bernama Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931. Keluarga sederhana ini menjalankan sebuah usaha kecil berupa toko kelontong di rumah mereka di Bumbulan, sebuah tempat yang berjarak 150 kilometer dari Gorontalo. Beliau menjadi anak yatim sejak usia 12 tahun karena sang ayah ditangkap tentara pendudukan Jepang dengan tuduhan palsu menjadi mata-mata Belanda dan akhirnya meninggal. Keluarga itu semakin terpuruk setelah Jepang menutup satu-satunya usaha tumpuan hidup mereka yang berupa toko kelontong. Akhirnya keluarga Ciputra muda harus menderita dalam kemiskinan.

Kegetiran masa kanak-kanak yang diakibatkan meninggalnya sang ayah dan kemiskinan yang mendera menjadikan Ciputra muda bercita-cita untuk bekerja keras dan belajar demi membebaskan diri dan keluarga dari kemiskinan. Tekad baja Ciputra muda dibuktikan dengan memasuki bangku sekolah dasar meski usianya sudah mencapai 12 tahun saat itu. Sebelum belajar di sekolah, ia harus bangun jam 5 pagi, memberi makan hewan-hewan ternaknya dan bersiap ke sekolah. Karena tidak memiliki kendaraan dan sekolahnya cukup jauh, ia harus terbiasa berjalan kaki setiap pagi sejauh 7 kilometer untuk sampai ke sekolah. Ia kembali pulang ke rumah dari sekolah dengan perut yang kosong. Belum lagi jika hari hujan saat hendak berangkat sekolah, ia harus kerepotan membungkus bajunya dalam daun woku (sejenis tanaman palem) agar tetap kering dan bisa dipakai di sekolah.

Meski pada dasarnya ia terlambat menempuh pendidikan, Ciputra tidak merasa rendah diri apalagi patah arang. Saat mencapai usia 16 tahun, Ciputra lulus dari bangku sekolah dasar untuk kemudian meneruskan pendidikan ke jenjang menengah di sebuah SMP di Gorontalo dan SMA di kota Manado. Sebuah prestasi di bidang olahraga juga diraih Ciputra muda dengan terpilih sebagai atlet lari 800 dan 1500 meter di PON (Pekan Olahraga Nasional) II sebagai wakil dari Sulawesi Utara. Walaupun harus bekerja keras, Ciputra muda tetap dapat menunjukkan prestasi belajar yang memuaskan.

Pendidikan Menjadi Kunci Utama


Dengan keyakinan kuat bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan gemilang, setelah menyelesaikan pendidikan menengah atasnya, beliau meninggalkan Sulawesi untuk menuju Pulau Jawa. Beliau ingin memasuki perguruan tinggi di Jawa. Maka dari itu, masuklah Ciputra muda ke jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB), yang sesuai dengan bakat dan minatnya untuk menjadi seorang arsitek.

Semasa menuntut ilmu di Bandung, Ciputra muda  mengisi hari-harinya dengan kerja keras dan belajar. Tidak ada waktu senggang yang dimanfaatkan hanya untuk berhura-hura. Ciputra muda terus mengasah diri untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Semua ilmu dan ketrampilan yang diperoleh semasa muda ini membuat Ciputra menjadi sangat menghargai arti pendidikan dalam pembangunan karakter dan kepribadian seorang individu, terutama yang hendak menjadi entrepreneur. Pendidikan, tidak memandang jenisnya (formal, informal, atau non normal, akademis maupun non akademis), akan selalu memiliki kontribusi positif terhadap kualitas pribadi seorang calon entrepreneur. Dan idealnya proses belajar ini tidak hanya dilakukan saat masih muda, tetapi juga diteruskan hingga akhir hayat.

Pak Ciputra menekankan pentingnya sebuah sistem pendidikan yang bersifat holistik atau menyeluruh bagi terbentuknya pribadi-pribadi independen dan utuh. Bagi Pak Ciputra secara pribadi, pendidikan telah memberikan bukti nyata bahwa dengan didukung oleh pendidikan, ia telah berhasil melakukan perbaikan dalam kualitas kehidupannya secara umum.

Ciputra: Pekerja dan Pelajar Abadi


Bagi seorang entrepreneur sejati, bekerja dan belajar merupakan dua aktivitas yang harus seiring sejalan. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar atau bekerja meski usia terus menanjak atau sudah merasa dalam tahap mapan. Dunia bisnis terus mengalami perkembangan dan perubahan sehingga untuk terus dapat bertahan dan berkarya, seorang entrepreneur harus terus belajar dan bekerja mengenai apa saja.

Satu teladan lain yang dicontohkan Pak Ciputra ialah saat bekerja kita harus seolah menjadi seorang pelajar yang selalu ingin tahu. Dan saat bekerja kita harus menjadi seorang pekerja yang penuh tanggung jawab. Melalaikan tanggung jawab merupakan sebuah petaka bagi seorang entrepreneur karena hal itu akan mencederai reputasinya dalam berbisnis.

Selain itu, pengalaman bekerja yang kita lakukan saat belajar dapat menjadi sarana pembelajaran yang sangat bermanfaat dan tak ternilai harganya saat kita terjun dalam dunia bisnis yang sebenarnya.

Pria yang akrab disapa Pak Ci ini bisa disebut maestro entrepreneurship. Melalui tangannya, sesuatu yang tidak berharga dapat berubah menjadi emas. Pa Ci membagi resep suksesnya menjadi entrepreneur dalam buku The Ciputra's Way (Praktik Terbaik Menjadi Entrepreneur Sejati) karya Andrias Harefa dan Even Ezer Siadari.

Minggu, 19 Mei 2013

Rahasia Sukses Bisnis Lebih dari 100 Tahun

Oleh : Tung Desem Waringin

Sukses selama 100 tahun? Bukan hanya 100 tahun, bahkan bisa lebih dari 1.000 tahun! Benar seribu tahun lamanya. Mungkin anda berpikir, "Wow, hebat sekali, kok bisa? Sedang perusahaan saya saja baru berjalan lima tahun dan itu pun sangat berat untuk menjalaninya”.

Boleh saja Anda berpikir demikian, namun seharusnya Anda mulai bertanya, ”Bagaimana caranya,ya? Bagaimana detailnya? Apa yang mereka lakukan sehingga bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama dan terus bertumbuh?” Namun sebelum kita melanjutkan pembahasan tersebut, apakah Anda pernah mendengar atau melihat salah satu pohon tertua di dunia ? Di antara pohon-pohon tersebut ada yang telah tumbuh 2.000 tahun lamanya.

Hebatnya, pohon tersebut tetap kokoh berdiri dan mampu memberikan suatu pemandangan yang sangat luar biasa bagi orang-orang yang melihatnya. Dan ternyata, pohon tersebut memiliki akar yang sangat kuat, sehingga ketika pohon itu diterpa angin, salju ataupun badai,tetap bisa berdiri dengan kokoh, sampai hari ini. Seperti pohon-pohon tertua tersebut,ternyata perusahaanperusahaan yang mampu bertahan ratusan tahun, bahkan di atas 1.000 tahun, pastilah pernah mengalami berbagai tantangan yang berat.

Namun karena mereka memiliki ”akar-akar” yang sangat kuat,fondasi perusahaan yang sangat kuat, maka mereka tetap bisa bertahan melewati berbagai kondisi atau krisis yang ada. Dan inilah beberapa perusahaan yang mampu bertahan hingga ratusan tahun lamanya: 1. Hotel Hoshi – Jepang 2. St Peter Hotel – Austria 3. Goulaine – Prancis Dan masih banyak pula yang lainnya.

Salah satu rahasia sukses mereka adalah ”IDEAS”... ya ideas. Mungkin Anda bertanya, ”Kalau hanya sekadar ideas, saya dan karyawan-karyawan saya juga memilikinya, bahkan punya banyak sekali ide-ide. Lalu,apa bedanya? ”IDEAS” merupakan salah satu kunci kesuksesan perusahaan- perusahaan yang langgeng. IDEAS merupakan singkatan dari: I = Improvement & Integrity D = Dynamic Development E = Enthusiasm & Evaluation A = Achievement S = Spirit & Solving Problem.

Improvement & integrity:
Suatu perusahaan akan menjadi lebih langgeng jika ada keseimbangan antara pengembangan berbagai unsur yang ada di dalam perusahaan dalam suatu integritas penuh. Karena tidak sedikit perusahaan yang sangat ”bernafsu” untuk mengembangkan perusahaan, namun mengabaikan faktor integritas dalam setiap elemen perusahaan yang ada, yang akhirnya justru mengalami banyak tantangan dalam perkembangannya.

Dynamic development
Perusahaan dituntut untuk mampu terus berkembang dengan dinamis, mampu mengikuti perkembangan yang ada. Banyak perusahaan yang bangkrut bahkan dalam waktu singkat, karena mereka sudah merasa sukses,dan tidak mau untuk membuka diri akan perkembangan atau tuntutan pasar yang ada dengan lebih dinamis.

Enthusiam & evaluation
Untuk menjadi lebih maju, kita memang harus selalu antusias, namun yang penting pula kita juga harus terus melakukan evaluasi. Mengevaluasi dan memonitor secara rutin akan perkembangan yang ada. Atau akan tantangan yang ada,sehingga perusahaan kita tetap bisa dahsyat dengan cara yang lebih efektif tentunya. Hal ini sangat penting sebagai salah satu fondasi dalam peralihan generasi dalam suatu perusahaan.

Karena banyak ditemukan perusahaan yang berjaya hingga puluhan tahun lamanya saat dipimpin oleh orang tuanya, namun ketika diwariskan ke anaknya hanya dalam beberapa tahun saja perusahaan tersebut mengalami banyak kerugian bahkan bangkrut. Maka selain tetap selalu antusias, kita juga harus melakukan evaluasi dan monitoring secara tertulis,untuk mempermudah proses regenerasi nantinya.

Spirit & solving problem
Tetap selalu menjaga perusahaan dalam semangat yang positif.Karena tidak sedikit perusahaan yang melakukan ”pembiaran” ketika ada salah satu karyawan/timnya mulai menghembuskan pembicaraan yang negatif, akhirnya hal negatif berkembang seperti virus sehingga tidak mustahil jika perusahaan Anda secara keseluruhan bisa menjadi negatif. Tanamkan selalu semangat kejujuran dan semangat saling membangun dalam budaya kerja di perusahaan.

Dengan demikian, berbagai permasalahan dalam perusahaan bisa dipecahkan dengan cara-cara yang lebih efektif.

Yuk Jadi Pengusaha

Oleh Sandiaga S. Uno
Direktur Utama Saratoga Capital

Dalam satu tahun terakhir sering saya dengar atau temui anak-anak muda yang mulai mendapatkan penghasilan tambahan atau istilahnya "side job" dengan melakukan beragam hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Mulai menjadi penerjemah buku, laporan tahunan perusahaan atau product manual dari beragam brand terkenal. Selain itu juga ada yang menjadi graphic designer atau "konsultan" beragam kebutuhan perusahaan seperti disain, komunikasi, atau sebagai penyelenggara acara (event organiser).

Yang lebih mengesankan lagi semua itu dikerjakan dari mal, cafe, coffee shop atau internet cafe. Bahkan rumah dan warnet pun semakin ditinggalkan sebagai tempat bekerja. Yang menjadi klien mulai dari keluarga, sahabat atau kerabat dekat.

Banyak dari anak-anak muda tersebut yang masih menyelesaikan kuliah. Tidak sedikit juga yang baru mulai bekerja di perusahaan-perusahaan konsultan asing bergengsi di Jakarta dan Surabaya.

Sangat dinamis, sangat penuh gairah dan sangat cerah masa depan dari anak-anak muda tersebut. Kombinasi antara working hard, working smart dan playing hard semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup.

Kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga semakin cerah.

Fenomena ini membuktikan bahwa banyak bakat yang tidak lagi terpendam yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Fenomena ini juga membuktikan bahwa generasi yang lebih tua atau setidaknya lebih senior semakin ?terbiasa? mempercayakan pekerjaan yang cukup penting kepada generasi muda yang minim namun haus pengalaman. Yang penting adalah keberanian untuk memulai dan mencoba serta komitmen yang tinggi terhadap kualitas dan tenggat waktu.

Bagi saya dan rekan-rekan pengusaha muda, fenomena ini sangat kami syukuri. Bukan apa-apa, mereka dapat benar-benar memenuhi beragam kebutuhan usaha yang tadinya hanya dilayani oleh konsultan asing yang harganya tidak murah dan hasilnya sering kali kurang memuaskan. Walaupun masih bersifat informal, kompetisi sudah mulai tampak bahkan meningkat di antara para ?side-jobers?.

Mungkin tidak lama lagi sebagian dari mereka akan mulai mendirikan perusahaannya sendiri dan perlahan-lahan menjadi sekumpulan pengusaha muda yang kreatif, haus pengalaman dan tentunya haus akan keberhasilan. Saat itu, harga mereka tidak akan semurah yang mereka tawarkan sekarang.

Tapi tidak apa-apa. Lebih ?sreg? rasanya membayar agak lebih mahal kepada sesama pengusaha nasional yang masih muda-muda, dibandingkan perusahaan besar, apalagi perusahan asing. Mari menjadi juara di negeri sendiri. Yuk jadi pengusaha!